Reflection Journal Class Batch 2


Reflection Journal Class Batch 2

Hai, tak terasa sudah bulan Februari di tahun 2021. Untuk post pertama pada bulan ini, saya mau berbagi cerita kelas online yang saya ikuti akhir tahun lalu. Reflection Journal Class Batch 2 bersama Mbak Rusna Meswari (Mbak Una) dari Naminauna Institute

Kelas ini bentuknya mentoring dengan peserta kurang dari 20 pesertanya. Kelas ini dimulai tanggal 20 Desember 2020 sampai 7 Januari 2021. Kelas dilaksanakan secara virtual melalui video meeting. Setelah selesai satu sesi, Mbak Una memberikan tugas dalam bentuk homeplay yang dikerjakan dalam journal masing-masing. Boleh dalam bentuk digital, namun lebih diutamakan ditulis manual dengan pulpen dan kertas.

Materi yang diberikan seputar langkah-langkah melakukan refleksi akhir tahun yang baik, agar tahun berikutnya dapat membuat rencana yang terukur dan dapat direalisasikan dengan baik.

Sejak awal saya mengikuti kelas ini, saya memutuskan untuk menuliskan jurnal secara manual. Saya menyiapkan satu buku khusus, pulpen favorit dan beberapa dekoratif sebagai penghias halaman. Sebagai orang yang tidak mampu menggambar, bahan-bahan dekoratif itu saya cetak. Hihihi....


Foto di atas merupakan halaman depan dari jurnal refleksi saya. Saya beri judul menggunakan spidol hitam dengan bantuan penggaris huruf untuk sablon. Yang lahir tahun sembilan puluhan pasti tahu nih. Pada bagian bawahnya, saya tuliskan mutiara hikmah dari kajian Riyadush Shalihiin yang dibawakan Ustadz Nuzul Dzikri. 

Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam menjelaskan bahwa orang cerdas itu adalah yang hidupnya selalu menghisab amalannya (menghitung amal baik dan amal buruknya), mengevaluasi dirinya, serta fokus pada dirinya. Tiap hari ia berpikir tentang apa yang akan dilakukan pada hari tersebut. Lalu, memikirkan apa yang layak untuk dilanjutkan dan apa yang disudahi. Kemudian, selalu mengevaluasi diri tiap penghujung hari.

 

Pas bangetkan mutiara hikmahnya. Makanya, langsung ditulis di sana supaya jadi pengingat terus untuk evaluasi diri.


Highlight, Challenge dan Achievement

dokumen pribadi


Pada pertemuan pertama, peserta diminta untuk menuliskan apa saja highlight selama tahun 2020. Tangangan apa yang dihadapi dan pencapaian apa yang diraih. Masing-masing indikator dibuat perbulan. Mantabkan. Mengingat-ingat selama satu tahun penuh kehidupan yang telah terjalani.


Saat membuat homeplay pertemuan pertama ini saya tersadar bahwa selama ini saya tidak benar-benar men-tracking hidup saya. Seolah hanya lalu. Diingat apa yang mau diingat tanpa diberikan refleksi apakah itu sebuah highlight, challenge atau achievement. Sehingga saya tidak benar-benar dapat melakukan "perbaikan" dari suatu kejadian.


Saya jadi terpikirkan untuk melakukan ini sebulan sekali pada tahun 2021. Agar sejak awal tahun saya sudah mencatat dan memantau perkembangan hidup saya dengan lebih baik.


My Top Three 

Setelah menuntaskan homeplay pertama, pada pertemuan kedua peserta diminta untuk meentukan Top 3 dari hasil jurnal sebelumnya. Penentuan tiga terbaik ini bertujuan sebagai dasar dari pembuatan goals setting pada tahun 2021. Serta, dalam penentuannya peserta diberikan indikator tambahan yang lebih detail hingga mempermudah dalam penentuannya.


Area of Life

dokumen pribadi

Berikutnya, refleksi yang dilakukan semakin spesifik. Jika diawal tadi membahas secara umum, pada bagian ini peserta diminta untuk melakukannya berdasarkan pada area-area tertentu dalam kehidupan. Mba Una mengambil metode 8 area kehidupan yang terdiri dari:


  • Health
  • Personal Growth 
  • Social
  • Career
  • Environment
  • Finance
  • Recreation
  • Relationship

Sama seperti homeplay lainnya, pada area kehidupan ini juga diberikan pemantik agar peserta dapat mudah mengerjakan jurnalnya. Menariknya dari proses menjurnal area kehidupan ini, saya mendapatkan jawaban dari apa yang beberapa bulan terakhir saya pikirkan. Saya ingin sekali mengkategorikan tujuan-tujuan saya agar dapat dengan mudah dibuatkan detailnya. Langkah kerjanya, semacam itulah. Namun, saya mengkategorikannya hanya sesederhana keuangan dan keluarga. Dengan delapan area yang dijelaskan Mba Una ini otomatis mengurai kekusutan yang sebelumnya ada  menjadi terang bendenrang siap dilaksanakan.

This Year's Best Of

Untuk yang ini isinya yang membahagiakan semuanya. Dipemantiknya berisi lagu, makanan, film, buku dan lainnya. Saya sendiri mengkategorikan menjadi Minuman yang mana tentunya jatuh hanya tak lain dan tak bukan kepada kopi. Lalu, menu baru yang bisa saya masak sendiri ada pizza, pastel dan dendeng. Ayat Al Qur'an yang masih sama yaitu Al-Baqarah: 182. Ini ter-love. Selalu berhasil jadi pengingat kalau mulai-mulai futur. Serta, proyek yang bikin happy hati, jiwa dan raga saat membuatnya yaitu worksheet Sahabat Kecil Project untuk Octobrilliant pada acara Quaranthree Birth Club October 2017. 

Build Your Vision

Pada sesi ini, saya membuat sebuah tulisan yang dimulai dengan kalimat pemantik: this is monday, I just wake up and I... Dengan menceritakan apa yang terjadi pada waktu 5 tahun ke depan. Saya seratus persen tidak percaya diri saat menuliskan jurnal bagian ini. Tercapaikah? Berkali-kali kata itu mampir. Semoga apa yang akhirnya saya tulis pada bagian ini menjadi kenyataan, ya. Aamiin...

The Wheel of Life

Megakhiri rangkaian kelas ini, homeplay yang diberikan adalah mengisi roda kehidupan yang berdasar pada 8 area kehidupan. Mba Una memberikan template-nya dan peserta tinggal memberikan warna dengan spidol atau stabilo sesuai dengan kondisi saat ini dan kondisi ideal. Serta, dilengkapi dengan 8 kolom pada bagian bawahnya apa yang akan dicapai pada tahun depan dari masing-masing area kehidupan. 

Dari kelas ini saya belajar bahwa melakukan evaluasi itu baiknya sesering mungkin. Kalau tahunan seperti sekarang, aduh, berat sekali. Banyak hal yang perlu diingat-ingat. Sampai sempat dibiarkan saja tugasnya karena saya nggak kepikiran apa-apa lagi. Ada juga saat mengerjakan area kehidupan ada bagian yang terlupa padahal itu highlight banget selama tahun ini. 

Ada yang ikut kelas ini juga? Atau ada yang sudah biasa melakukan jurnal refleksi boleh berbagi ceritanya di sini.

Sampai jumpa pada tulisan berikutnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages