Misi 4: Panggung Ceria - Optimalisasi Anak Berkebutuhan Khusus



Setiap orang tua mendambakan memiliki anak yang "normal" baik dalam fisik maupun psikisnya. Namun, kita tahu bahwa harapan itu tidak berlaku untuk setiap orang tua. Ada yang kemudian diberikan anak-anak dengan kekhususan. Entah secara nyata terlihat, atau dalam bentuk perilaku dan gangguan atensi. 

Kali ini, Panggung Ceria Hotel Mentari Edisi 2 menghadirkan Mba Siti Asmaul Chusna sebagai narasumber. Beliau adalah ibu dengan dua anak yang mana keduanya memiliki kebutuhan khusus dalam bentuk gangguan atensi dan konsentrasi. 

Pertemuan online ini dilaksanakan live via Facebook Group Transcity Harmoni dipandu oleh Mba Siti Khadijah (IP Malang Raya) dan Mba Selin Rachmawati (IP Banten) sebagai operator Stream Yard. Berlangsung selama 30 menit dari pukul 10.00 - 10.30 WIB.

Tentang Narasumber

Mba Siti Asmaul Chusna berasal dari regional IP Jogja. Anak pertama berusia 9 tahun, perempuan. Anak kedua berusia 7 tahun, laki-laki. Kedua anak beliau memiliki diagnosa gangguan konsentrasi dan atensi. Anak pertama saat ini sudah bersekolah di sekolah inklusi.

Memiliki ketertarikan pada manajemen rumah tangga, pendidikan anak berkebutuhan khusus serta fasiliator dan manajer keluarga.

Saat ini di IP Mba Chusna, begitu panggilannya, tidak mengambil peran. Sejak 1,5 tahun yang lalu beliau fokus kepada anak. Termasuk, keputusannya untuk meremedialkan diri pada Program Bunda Sayang tahun ini untuk dapat fokus kembali kepada anak-anaknya.

Apa itu gangguan konsentrasi dan atensi

Gangguan kontentrasi dan atensi ini dikenal dengan nama lain ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder. Gangguan ini menyebabkan seorang anak sulit memusatkan perhatian, serta memiliki perilaku implusif dan hiperaktif. Sehingga, anak dengan gangguan konsentrasi dan atensi ini termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK).

Sampai saat ini belum diketahui penyebab pastinya, berdasarkan pemaparan situs Alodoker beberapa kemungkinan yang menyebabkan ADHD adalah genetik, lingkungan juga berhubungan dengan pola aliran listrik ke otak dan sugar rush atau konsumsi gula yang berlebihan.

Antara Sekolah Inklusi dan Sekolah Luar Biasa

Ke manakah anak dengan gangguan konsentrasi dan atensi ini bersekolah? Mba Chusna menjelaskan tidak semua anak berkebutuhan khusus perlu sekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB). Orang tua memiliki pilihan lain, yaitu Sekolah Inklusi. 

Sekolah Inklusi ini adalah sekolah reguler yang juga menyediakan fasilitas pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus.

Dalam menentukan sekolah mana yang tepat untuk anak berkebutuhan khusus ini, Mba Chusna menyarankan untuk berdiskusi dengan dokter anak spesialis tumbuh kembang. Karena, setiap anak memiliki batasannya masing-masing. Dengan diskusi ini, maka orang tua dapat menentukan sekolah yang tepat untuk anaknya. 

Mba Chusna sendiri memasukkan anak pertamanya di sekolah inklusi. Jika ada sahabat yang anaknya terindikasi berkebutuhan khusus, jangan sungkan untuk bertemu dengan dokter anak spesialis tumbuh kembang, ya. Semanat...




Segitiga Emas Pendidikan Inklusi

Ini merupakan faktor-faktor yang saling terkait saat memutuskan untuk memasukkan anak di Sekolah Inklusi dai Mba Chusna. 

  • Medis: diagnosa dokter, diagnosa psikolog, terapi, obat-obat, operasi, intervensi medis yang diberikan oleh profesional.
  • Sekolah: Sekolah ramah anak, menyediakan kebutuhan sesuai dengan dianosa anak, sesuai dengan visi dan misi keluarga.
  • Orang tua: lingkungan rumah yang suportif, rencana keuangan, kerjasama pasangan, dukungan keluarga dan ilmu.

  • Lingkungan rumah yang suportif seperti kondisi rumah rapi/berantakan, makanan (apakah ada diet yang harus dilakukan), termasuk terapi perilaku yang perlu diterapkan di rumah.
  • Rencana keuangan: memiliki anak dengan kebutuhan khusus membutuhkan biaya-biaya yang tidak sedikit. Sehingga, diperlukan perencanaan keuangan yang baik untuk dapat memenuhi kebutuhan mereka. Tidak hanya biaya sekolah, bisa jadi ada intervensi medis yang perlu dilakukan, alat bantu seperti alat bantu dengar atau alat bantu untuk suport fisik. 
  • Kerjasama pasangan: tidak sedikit pasangan yang denail saat menerima kondisi anaknya yang ternyata berkebutuhan khusus. Oleh sebab itu, kerjasama antar pasangan sangat penting. Mba Chusna bercerita, kala semapt LDR dengan suami kondisi anak-anaknya berbeda dengan saat ayahnya ada di rumah. Saat ayah ada di rumah, anak-anak lebih bagus progresnya.
  • Dukungan keluarga: Pun sama halnya dengan keluarga besar seperti kakek dan nenek. Tidak sedikit yang denail dengan kondisi cucunya. Sedangkan, dukungan keluarga besar terhadap anak berkebutuhan khusus ini sangat berpengaruh. Anak yang diterima akan meningkatkan kepercayaan dirinya dan memiliki keterampilan sosial yang lebih baik.
  • Ilmu: mendidikan anak baik yang berkebutuhan khusus maupun tidak sama-sama memerlukan ilmu. Terlebih, untuk ABK dibutuhkan pendidikan terapi medis untuk orang tua. Sehingga, PR untuk keluarga atau yang biasa disebut home terapi dapat dilaksanakan dengan baik di rumah.  

Mba Chusna bercerita bahwa anak pertama diketahui berkebutuhan khusus sejak lahir. Sehingga, saat ditanya bagaimana perasaannya saat tahu anaknya memiliki gangguan konsentrasi dan atensi, Mba Chusna bertutur sudah lupa bagaimana rasanya, karena sudah habis diawal perasaan-perasaan itu. 


Beliau berpesan, setiap orang tua memiliki perjuangannya masing-masing. Anak adalah amanah, sebisa mungkin menjalakannya dengan bahagia. 

Buat teman-teman yang dikaruniakan anak-anak spesial, jangan patah semangat, bismillah. 

 

Aliran Rasa

Tulisan ini saya buat sebagai tugas dari Misi Ceria Hotel Mentari - Transcity Harmoni. Jujur, sebagai pejuang garis dua saya memiliki kekhawatiran tersendiri. Ada pertanyaan yang muncul. Bagaimana kondisi anak saya kelak? Secara bersamaan, saya juga merasakan sebuah kekuatan dan dukungan.

 

Saya kembali teringat perihal "menerima". Dalam artian, menerima segala hal yang Allah berikan kepada saya. Itu pasti yang terbaik. Allah yang palin tahu. Semoga, saat tiba waktunya saya menjadi Ibu. Saya dapat menjalankan peran denga baik, maksimal, penuh keikhlasan, cinta dan sayang kepada mereka. 


Kepada sahabat yang tengah berjuang membesarkan anak berkebutuhan khusus, semangat ya. Kalian ibu-ibu ya hebat...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages