Journal Prompt for Depression: Prompt 4


Prompt 4: Who in your life has the biggest positive impact on your mental health? Why?

Bicara perihal kesehatan mental, sejauh ini saya tidak benar-benar mengalami gangguan yang berarti.  Kecemasan-kecemasan yang hadir pun menurut saya cukup normal dan dapat mudah di atasi. Saya sendiri belum benar-benar memahami secara utuh mengenai area kesehatan mental ini. Sehingga, untuk menentukan apakah yang saya alami pada satu hari atau hari lainnya merupakan gangguan kesehatan mental atau tidak.

Yang jelas, setelah melewati kebimbangan mau di bawa ke mana hidup ini. Apa yang akan saya lakukan? Bagaimana mencapainya? Saya mencoba merumuskan kembali tujuan hidup ini. Saat dikembalikan ke Allah. Menjadikan Al Qur'an pedoman hidup dan Rasulullah sebagai panutan. Kendala yang dihadapi baik nyata maupun yang di hati terasa selalu dapat diselesaikan. Dapat diurai menjadi serpihan-serpihan kecil yang meniti kepada jalan keluar.

Melihat persoalan hidup dengan perspektif yang lebih luas. Memandang segala yang terjadi tidak lagi hanya dari sisi diri sendiri. Memang benar nyatanya, firman Allah pada Surat Al Baqarah ayat 2: 

ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ  ۛ  فِيْهِ  ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ ۙ 
"Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,"

Dan saya teringat perkataan Ustadzah saya dulu, "Al Qur'an tidak akan memberi lebih kalau kita juga tidak memberi lebih kepada Al Qur'an". 

Bagaimana memberikan lebih kepada Al Qur'an itu? Dengan cara membacanya rutin, mempelajari tahsin, menghafal, mentadaburi, mempelajari terjemah dan tafsirnya. Serta, yang paling utama adalah mengamalkan dalam kehidupan nyata ayat-ayat yang telah dipelajari.

Menjadikan Al Qur'an pedoman hidup itu awalnya memang tidak mudah. Terjadi benturan-benturan dalam pelaksanaannya dengan apa yang selama ini dijalankan. Ada yang saya anggap biasa namun ternyata dilarang. Ada yang saya tidak mau lakukan ternyata dianjurkan. Tapi, setelah melewati fase penyesuaian di awal hidup terasa makin terarah dan teratur. Menjadikan kejutan-kejutan yang hadir, bukan sebagai masalah yang perlu dibesar-besarkan atau dijadikan berlarut-larut. Namun, diresapi. Dipahami apa yanh terjadi. Diterima bahwa itulah yang dialami. Lalu, kembalikan bagaimana Allah, Rasul dan Al Qur'an menjelaskan mengenai jalan keluarnya.

Sungguh, tidak ada yang sia-sia saat semua bermua hanya kepadaNya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages