Journal Prompt for Depression: Prompt 1


Prompt 1: Write about a past struggle that you overcome. How has it made you stronger?

Bicara mengenai tantangan dalam hidup, ada banyak yang dapat diceritakan. Mulai dari tantangan level mudah sampai yang mengingatnya saat ini saya bisa langsung menitikkan air mata. Pada tulisan ini, saya memilik satu tantangan yang pada akhirnya begitu menguatkan saya. Bahkan, cenderung membuat saya ingin sekali terus membaginya kepada perempuan-perempuan yang berada pada situasi sama: saat adik perempuan, menikah duluan.

Nyes... begitukan rasanya. Ya Allah, kenapa? dengan lirih diri ini berucap atau malah lebih sering tak terdengar. Namun, perlahan pipi mulai basah. Saya dan adik terpaut satu tahun sepuluh bulan. Kami lebih sering bagai teman sebaya. Apa-apa dilakukan bersama. Adik saya menikah tahun 2016 dan alhamdulillah Allah menakdirkan saya menikah pada tahun 2019. Lengkap dengan kehadiran sepasang ponakan dari adik saya. Kemudian, entah mengapa jadi semakin sering saya jumpai teman-teman perempuan yang adiknya menikah lebih dulu.

Saat saya menghadapi situasi tersebut, sedih dan keweca sering melanda. Kerap saya menghindari pertemuan dengan teman-teman yang dirasa tidak menguatkan, melainkan melemahkan bahkan menjatuhkan. Bahasa lainnya, saya memilih lingkar pertemanan dengan sangat ketat. Satu hal yang menguatkan saya kala itu adalah kedua orang tua. Jujur, tanpa peran mereka saya yakin tidak akan semudah dam semulus itu saya melewatinya. 

Mama adalah orang pertama yang memberi tahu perihal pernikahan adik saya tersebut. Ada hal menarik yang dilakukan mama, menutup pembicaraan kami mengenai pernikahan adik saya itu, mama bertanya: bagaimana menurut saya? 

Bagi saya ini adalah hal yang luar biasa. Mama tidak memaksa saya untuk menerima kenyataan atau memaksa saya untuk segera cari pasangan dan dinikahkan sebelum adik saya. Namun, beliau menanyakan pendapat saya.

Saya walaupun campur aduk rasanya, tapi merasa dihargai. Merasa dilibatkan dan merasa diperhatikan. Tidak disingkirkan. Tidak dipisahkan, tapi dijadikan bagian dari peristiwa penting itu. Inilah satu tantangan yang memberikan kekuatan kepada saya hingga kini. Yang memberikan saya keyakinan, bahwa saat Allah menunda suatu doa maka itulah yang terbaik. 


Oh iya, saya ada membahas lebih dalam mengenai adik menikah duluan bersama sahabat saya dalam podcastnya V.Notes di Spotify: #6 Takdir Tidak Pernah Saling Mendahului. Tautannya tepat ada di atas tulisan ini. Selamat mendengarkan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages