Pentingnya Ikut Kelas Pra Nikah

By Serambi Jemma - 22.00

 

Foto: Canva

Seberapa penting ikut kelas Pra Nikah? 

Jawaban saya penting sekali. 


Alasannya?


Dalam islam, menikah dikatakan melengkapi setengah agama. Menikah adalah ibadah dan tidaklah ibadah dilakukan kecuali dengan memahami ilmunya. 


Dengan paham ilmunya, insya Allah, pernikahan dapat dijalani dengan less drama dan tentunya benar-benar bisa mencapai sakinah, mawaddah dan rohmah. 


Saat ini ada banyak akun instagram yang mengangkat tema pernikahan. Pernakah teman-teman membaca permasalahan yang diangkat sebagai pembelajaran di sana dan membaca komennya? Rata-rata yang komen akan seperti ini: 


1. saya banget ini min

2. Ya Allah, kenapa mirip banget sama yang saya alami

3. Semoga saya cepat keluar dari situasi sepeti ini

4. dan lainnya yang senada.


Pernah nggak bertanya sama diri sendiri kok bisa samaan gitu masalahnya? Padahal orang tuanya beda, keluarganya beda, daerahnya beda, tingkat ekonominya juga beda. Apa yang menyebabkan persamaan tersebut? Yaitu keilmuan tentang pernikahan. 


Kita perlu memahami bahwa laki-laki dan perempuan itu berbeda. Berhadapan dengan anak pertama, anak tengah atau malah pasangan kita anak terakhir juga beda. Apa lagi yang ketemunya sama anak satu-satunya. 


Ada diskusi, ada kompromi, ada keputusan-keputusan yang diambil bersama untuk kebaikan berdua. Tak lagi segalanya tentang aku saja atau kamu saja.


Saya baru 1 tahun menikah. Belum lama memang. Mohon doanya agar kami dapat langgeng bersama sampai jannahNya kelak. Jujur saja kelas-kelas pra nikah yang telah saya ikuti sebelumnya berpengaruh baik dalam pernikahan saya ini. Sehingga, hal-hal sepele tidak menjadi persoalan. Malah kadang jadi bahan tertawaan. 


Seperti kebiasaan tidak menutup pintu. Ada seseorang yang saya kenal dekat begitu kesal karena suaminya malas tutup pintu lemari. Sampai seolah itu menjadi permasalahan besar. Saya gemes sekali ketika mendapati ini. 


Padahal, dalam kajian dr. Aisah Dahlan ya memang begitulah laki-laki. Sehingga, saat saya menemukan suami saya tidak menutup kembali pintu lemari saya cuma berkata seperti yang dicontohkan dr. Aisah Dahlan, "laki-laki banget suamiku". Biasanya ini bersambut maaf dan tawa dari kami berdua. 


Makanya, saya sangat menyarankan teman-teman yang sedang dalam masa penantian untuk ambil kelas pra nikah. Kalau ada dananya teman-teman bisa ikut kelas berbayar yang memiliki kurikulum komprehensif, yang mana biasanya juga ada tugas-tugas untuk menguatkan pelajaran yang didapat sampai kesempatan untuk konsultasi maupun ta'aruf. 


Kalau saya pribadi, saya tidak mengikuti kelas yang hanya satu kali pertemuan saja. Saya cenderung suka dengan kelas yang berkurikulum, memiliki lingkungan belajar khusus bisa online maupun offline, yang ada tugasnya untuk lebih menperdalam pemahanan dan ada sesi diskusi antar peserta untuk saling mengenal dan bertukar pengalaman. Serta, bagi saya yang terpenting saya hanya mau kelas yang khusus muslimah. Tidak bercampur antara laki-laki dan perempuan. 


Mengapa maunya yang khusus muslimah saja? Yang pertama, tujuan saya untuk berilmu. Untuk mempersiapkan diri. Yang kedua, saya tidak bertujuan untuk tukar CV setelah mengikuti kelasnya. Beberapa kelas pra nikah yang terbuka untuk ikhwan-akhwat salah satunya memiliki benefit tukar cv untuk ta'aruf. 


Saya pribadi tidak siap menikah dengan orang yang benar-benar saya tidak kenal. Sehingga, kalau pun harus ta'aruf saya memilih ta'aruf dengan laki-laki yang sudah saya kenal. Entah itu teman sekolah, teman organisasi atau teman kerja. Atau yang saya kenal dari teman ke teman. Intinya, saya pernah ketemu orangnya.


Saya tahu, jodoh memang Allah yang menentukan. Belum tentu saya ingin nikah dengan orang yang sudah saya kenal itu terwujud. Tapi, di sini saya ingin memberi tahu bahwa saya memiliki preferensi untuk menikah dengan orang yang saya kenal. Kalaupun pada akhirnya Allah menakdirkan saya menikah dengan orang yang baru sekali saya kenal, itulah takdir dan insya Allah saya akan menjanainya.


FYI, saya menikah tahun 2019 dengan teman SMP saya. Hehehe.... harapan ini terwujud, alhamdulillah. Kami satu kelas waktu kelas 7. Saya ada sedikit cerita tentang proses "menemukan jodoh" ini ditulisan "Doa dan Jodoh". Nanti setelah membaca ini, main-main ke sana ya. 


Jadi, persiapkanlah diri dengan ilmu. Belajar masak, memperdalm skill mencuci, nyetrika dan bebenar juga baik dalam mempersiapkan diri. Namun, ada ilmu yang lebih utama yang perlu sekali teman-teman pelajari sebelum memasuki jenjang pernikahan itu. 


Kelas pra nikah apa saja yang telah saya ikuti? Baca, yuk, ditulisan ini: Rekomendasi Kelas Pra Nikah. 


Bagaimana menurut teman-teman mengenai kelas pra nikah ini?  Apa ada yang juga mengikuti kelas pra nikah dulu? Saya tunggu cerita teman-teman di kolom komentar, ya.


  • Share:

You Might Also Like

0 Comments