Orientasi Kampung Komunitas: Aliran Rasa 2


Sebahagia ini saya sampai-sampai memutuskan untuk langsung membuat aliran rasa setelah selesai mengisi Lembar Main 2 Sambut Semai Orientasi Kampung Komunitas Ibu Profesional 2020. Oke, sekarang saya mau menjelaskan mengenai Lembar Main 2, baru setelahnya ke bagian aliran rasa di akhir posting-an ini.

Lembar Main 2 ini terdiri dari 9 halaman. Halaman pertama adalah cover yang berisi identitas member. Mulai dari nama, regional, NIM dan lokasi. Halaman kedua merupakan kata pengantar yang berisi penjelasan mengenai tema dari Lembar Main 2. Pada halaman ketiga, dijelaskan mengenai apa saja arena bermain di Kampung Komunitas. Di antaranya ada:
    • Rumah Belajar (Rumbel)
    • Rumah Bermain (Rumin)
    • Rumah Berbagi (Rumbag)
    • Pengurus Kampung Regional
    • Kepanitiaan 
    • Warga Kampung yang mencintai dan aktif di Kampung Komunitas

Saya berada di Kampung Regional Kota Tangerang Selatan. Di kampung ini, tidak ada Rumin dan Rumbag. Jadi, tentu saya memilih Rumbel saja. 

Insya Allah, sesuai passion saya akan masuk Rumbel Menulis. Saya suka sekali menulis sejak kecil. Tapi, selalu malu untuk menunjukkan tulisan-tulisan saya ke orang lain. Khawatir dan cemas terhadap apa yang akan dikatakan orang-orang terhadap tulisan saya. Alhamdulillah-nya, sejak saya mengenal Ibu Profesional terutama setelah lulus Program Martikulasi saya mulai dapat berdamai dengan perasaan-perasaan itu. Walau, belum sepenuhnya hilang. 

Keinginan untuk mempublikasikan tulisan-tulisan saya di blog saya gagal terus. Maju mundur. Sampailah hari ini, saya menyusun ulang apa yang ingin saya tekuni ke depannya. Yaitu, kepenulisan. Mulai dari content writer, menulis blog, sampai dapat menulis buku sendiri nantinya. Melalui Rumbel Menulis inilah mudah-mudahan bisa menjadi salah satu jalan saya mencapai impian-impian saya itu. 

Masih membahas arena di Kampung Komunitas. Selain ikut Rumbel. Saya pun tertarik dengan kepengurusan dan kepanitiaan. Tapi, sepertinya ini tidak menjadi prioritas karena beberapa alasan pribadi. Serta, izin suami juga tentunya. Kalau dapat surat izinnya  saya bergabung. Tapi, jikalau tidak maka saya urungkan. 

Terakhir, tentunya arena yang akan saya mainkan adalah sebagai warga aktif. Wajiblah ya ini mah. Hihihi....  Kita lanjut ke halaman keempat. Ada dua pertanyaan yang diberikan:

1. Manfaat apa yang akan saya berikan di Kampung Komunitas ini?

Tujuan utama saya di Kampung Komunitas sejauh ini adalah untuk belajar. Sehingga, apa yang saya dapatkan dari Kampung Komunitas di sini, akan saya aplikasikan untuk kepentingan di Kampung Komunitas juga.

2. Benda apa yang mewakili gerak dan kontribusi saya di Kampung Komunitas?

Saya melihat diri saya sebagai gelas setengah terisi. Gelas menggambarkan wadah. Di mana saya telah siap menampung ilmu-ilmu dari Kampung Komunitas ini. Yang tentunya akan saya sesuaikan dengan kehidupan yang saya jalani. Sehingga, dalam pengaplikasiannya tidak memaksa.

Lalu, gelasnya setengah teisi karena saya datang ke Kampung Komumitas dengan membawa referensi-referensi ilmu dari perjalanan hidup saya sebelumnya. Sehingga, apa yg telah saya miliki ini dapat juga saya bagikan ke komunitas. 

Nah, masih ada ruang untuk diisi oleh ilmu-ilmu dari Kampung Komunitas ini. Sehingga, saya dapat berbagi sekaligus menerima dalam waktu yang bersamaan. Setiap komunitas tentu memiliki tantangannya sendiri. Tak luput juga di Kampung Komunitas IP ini. Pada lembar kelima, ditanyakan apa yang akan saya lakukan saat saya menghadapi tantangan-tantangan itu?

Sepengelamanan saya yang paling sering menjadi tantangan dalam berkominitas apa lagi online, adalah manajemen waktu. Jika hal ini terjadi, saya akan segera tarik diri beberapa waktu. Mengevaluasi apa yang terjadi. Mencari di mana yang perlu diperbaiki. Lalu, kembali menyusun prioritas dan memulai lagi dengan baik. 

Jika yang saya hadapi adalah tantangan dengan sesama warga, saya akan mendahulukan musyawarah. Berdiskusi bersama dengan adanya penengah untuk kemudian dicari solusi bersama. 

Pada halaman 6 seru banget nih. Di minta untuk membuat kapsul waktu perihal kegiatan apa yang akan saya tawarkan ke komunitas dan diminta jelaskan strong why-nya. Akan saya update di blog ini pada waktunya kapsul waktu itu dibuka, ya.

Sesi Interview Warga Lama

Nah, di halaman ketujuh ini saya diminta untuk mewawancarai salah satu warga lama dari Kampung Komunitas IP Tangsel. Saya memutuskan untuk mewawancarai Mba Ami. Sang Manajer Operasional IP Tangsel a.k.a sektretaris kalau bahasa gaulnya. 

Mba Ami ini bergabung dengan IP sejak tahun 2017 tepatnya saat Martikulasi 4. Berawal dari IP Suramadu kemudian mutasi ke IP Bandung dan sekarang berada di IP Tangsel. Hal yang memotivasi Mba Ami mengikuti Kampung Komunitas adalah optimalisasi dalam hal upgrade diri. Bahkan bagi Mba Ami, ikut Rumbel adalah me time loh. Masya Allah keren, ya. 

Nah, Rumbel yang Mba Ami ikuti awalnya ada dua. Rumbel Boga dan Rumbel Jahit. Karena pandemi belajar Rumbel Jahit pun ikut online, Mba Ami memutuskan untuk mengundurkan diri. Alasannya karena beliau kurang sesuai dengan belajar jahitnya kalau online. Ini sama banget nih sama saya. Waktu ikut kelas offline jahit padahal sekali saja itu ikutnya. Wus, langsung bisa banyak hal. Girilan belajar via Youtube nggak bisa-bisa. 😂😂😂

Dalam sesi wanwancara tersebut, saya juga menanyakan perihal manjemen waktu. Wah, masih sama juga ternyata kendalanya dengan saya. Masih acak-acakan dan masih suka moody. Kalau sudah begini, Mba Ami biasanya memilih untuk menyudahi dulu aktivitasnya sementara dari pada tantrum katanya.

Mba Ami juga menceritakan dengan bergabung di Kampung Komunitas ini, saat pindahan ke Tangsel beliau jadi merasa tidak sendiri. Banyak teman-teman baik di IP Tangsel, dapat sharing apa saja serta mendapatkan banyak ilmu yang bermanfaat. 

Menemukan Kembali Diri Sendiri

Saat mengisi Lembar Main 1 saya kembali menerima diri ini apa adanya. I found myself back setelah mengisi Lembar Main 2. Menjadi kembali berbinar-binar mengerjakan aktivitas-aktivitas sehari-hari 😍😍😍.



Serambi Jemma

#AliranRasa2
#BabakMain2Orientasi
#KampungMainKomunitas
#KomunitasIbuProfesional




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages